Search
Archives

Gejala dalam

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Virus adalah organisme yang mengandung DNA dan RNA. Karena virus hanya bisa memperbanyak diri pada jaringan yang hidup, maka semua virus adalah parasit interseluler obligat.

Penularan virus bisa terjadi dengan penularan secara mekanis. Penularan secara mekanis adalah pengolesan cairan yang mengandung virus pada permukaan daun, sehingga cairan yang mengandung virus tersebut dapat masuk melalui jaringan kemudian masuk ke dalam sel. Virus dapat masuk melalui luka atau lubang alami seperti hidatoda atau stomata.

Gejala dalam dapat dilihat dengen menggunakan mikroskop dengan dibuat menjadi preparat, tetapi tanaman yang digunakan harus tanaman yang menunjukan gejala luar. Misalnya saja tanaman yang terkena TMV yang dilihat gejala dalam di mikroskopnya diambil dari daunnya yang mengalami gejala luar akibat dari infeksi virus. Gejala dalam yang yang dapat terlihat dari tanaman tembakau yang terkena virus TMV yakni dalam percobaan badan inklusinya akan terlihat banyak rambut dan pada tanaman mentimun yang terkena virus TMV dalam percobaan akumulasi pati yang menumpuk atau tidak menyebar dengan rata, berbeda dengan tanaman mentimun yang tidak terkena virus TMV.

Tujuan

Mengetahui gejala dalam tumbuhan yang terinfeksi oleh beberapa virus sehingga akan ditemukan badan inklusi dan akumulasi pati pada daun mentimun.

BAHAN DAN METODE

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan kali ini ialah tanaman tembakau yang terkena virus TMV, tanaman mentimun, mikroskop cahaya, air, pipet, silet, pinset, kaca objek, kaca penutup, larutan yodium, alkohol 70% , tabung reaksi, dan mesin pemanas.

Metode Praktikum

Pertama melakukan percobaan badan inklusi pada tanaman tembakau yang terkena TMV. Pertama, ambil irisan tipis dari bagian bawah daun setipis mungkin menggunakan silet kemudian ambil dengan pinset agar lebih mudah. Setelah itu, taruh irisan daun ke atas kaca objek yang sudah diberi air kemudian tutup dengan kaca penutup dan  amati di bawah mikroskop.

Percobaan kedua akumulasi pati pada daun mentimun. Yang pertama dilakukan ialah potong daun kotiledon kemudian taruh ke dalam tabung reaksi, dan beri alkohol 70%. Lalu masukan tabung reaksi yang telah berisi kotiledon daun mentimun ke dalam mesin pemanas dengan suhu 80° selama 15 menit. Lihat perkembangan perubahan warna dari daun jika alkohol sudah berubah menjadi warna hijau tapi daun belum bewarna putih pucat, maka ulangi kembali dengan membuang alkohol dan ganti dengan alkohol yang baru. Setelah benar-benar terlihat putih pucat ambil daun cuci dengan air lalu amati dibawah mikroskop.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan

Badan inklusi berbentuk

Hexagonal

http://www.forestyimages.com

Akumulasi Mentimun             Akumulasi Mentimun          Literatur

yang terkena TMV                             Kontrol

http://www.39kf.com

Pembahasan

Tanaman yang terkena virus penyakit itu dapat diketahui dari dua cara, yakni melihat gejala yang ditimbulkan oleh virus itu dengan melihat gejala luar atau fisik dari tanaman, dan melihat gejala dalam dari tanaman yang terkena virus tersebut dengan cara melihat jaringan dalam tanaman tersebut.

Dalam praktikum kali ini dipelajari tentang gejala dalam pada tanaman yang terserang virus TMV (Tobacco Mosaic Virus). Pada tanaman pertama yaitu tanaman tembakau dengan mengambil bagian bawah daun yang terinfeksi lalu disimpan di atas kaca objek dan diamati dibawah mikroskop, dapat terlihat badan inklusi kristal dari tanaman tersebut. Badan inklusi pada tanaman ini juga berbentuk hexagonal atau persegi enam.

Tanaman kedua yaitu tanaman mentimun dengan cara memanaskan kotiledon daun mentimun yang sudah dimasukan ke dalam tabung reaksi yang berisi alkohol sampai daun berubah warna menjadi putih pucat, lalu amati dibawah mikroskop. Setelah diamati didapatkan bahwa daun tembakau yang normal sebagai kontrol terlihat daunnya cerah karena nutrisi fotosintesisnya tersebar dengan merata, sedangkan pada daun yang terserang virus terlihat hitam menumpuk disatu temoat saja yang menandakan adanya akumulasi pati yang diakibatkan nutrisi dari hasil fotosintesis tidak menyebar dengan merata.

Respon atau tanggap histologi pada tanaman yang diinfeksi virus berupa pembentukan badan inklusi dalam sel. Perubahan histology pada tanaman terinfeksi virus khususnya pada daun, daun lembaga dan cabang tanaman dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu nekrosis yang menyebabkan kematian sel, hiperplasia menyebabkan pertumbuhan sel yang cepat atau berlebihan. Badan inklusi dapat ditentukan menjadi beberapa klompok yaitu kelompok 1, hanya inklusi tan-bentuk saja.Inklusi berbentuk kristal tidak berbentuk. Kelompok 2, terdapat inklusi tan-bentuk dan kristal (dalam sitoplasma), jarang atau tidak pernah terdapat di inti. Kelompok 3, terdapat inklusi tan-bentuk dan Kristal (dalam inti dan sitoplasma). Kelompok 4, wujud lain yang tidak biasa terdapat atau yang hanya dideskripsikan sebagian (struktur berbentuk cakra).

Walau diketahui interaksi antara kloroplas dan badan golgi, walaupun masih harus masih dibuktikan adanya jalan kecil dari badan golgi ke kloroplas untuk menyampaikan protein hasil dari fotosintesis. Pembongkaran badan golgi dipromosikan baik oleh sekresi A inhibitor brefeldin atau melalui sistem Sar1-GTP diinduksi mengarah ke akumulasi pati dramatis dalam plastida. Namun dalam hal ini terjadinya penyumbatan akumulasi pati pada tanaman yang terserang virus TMV yang mengakibatkan penumpukan pati disatu tempat saja.

KESIMPULAN

Setelah melakukan pratikum kali ini dapat disimpulkan bahwa gejala dalam dapat didilihat memalui dengan cara badan inklusi dan akumulasi pati pada tanaman yang terserang virus TMV. Pada daun tembakau yag terserang penyakit terlihat badan inklusi dari tanaman tersebut berbentuk hexagonal atau persegi enem. Dan pada daun mentimun yang terserang penyakit terlihat adanya penumpukan akumulasi pati yang dikarenakan tidk tersebar dengan meratanya nutrisi dari hasil fotosintesis.

DAFTAR PUSTAKA

Akin, Hasriadi Mat. Badan Inklusi (terhubung berkala) http://www.books.google.co.id

[Anonim]. 2007. Tobamovirus (terhubung berkala) http://www.forestryimages.org

[Anonim]. 2009. Akumulasi pati (terhubung berkala) http://www.39kf.com

Ardian. 2009. Tobacco Mosaic Virus (terhubung berkala) http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id

Hummel, Erik. 2010. Penghambatan fungsi Golgi menyebabkan plastid akumulasi pati (terhubung berkala) http://jxb.oxfordjournals.org

Irawan, Rizky. 2010. PENGAMATAN GEJALA DALAM INKLUSI KRISTAL DALAM Nicotiana tabacum TERINVEKSI VIRUS MOSAIK TEMBAKAU (terhubung berkala) http://rizkyirawan08.students.ac.id

Linda. 2010. Tobacco Mosaic Virus (terhubung berkala) http://lindacendekia.blogspot.com

Nurfitrianto, Hendrik. 2010. Virus (terhubung berkala) http://www.scribd.com

IDENTIFIKASI SIDIK PANTAT PADA BEBERAPA NEMATODA (Meloidogyne spp)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Nama Meloidogyne berasal dari dua kata Yunani yang berarti “apel berbentuk” dan “perempuan”. Pertama kali ditemukan di Inggris tahun 1885, tetapi sebelumnya telah dilaporkan bahwa nematoda tersebut ditemukan pada daerah yang beriklim tropis dan subtropis (Sherf dan Macnab, 1986).

Nematoda puru akar memiliki banyak tanaman inang dan menyerang sebagian besar tanaman yang dibudidayakan, hampir semua tanaman sayuran dan lebih dari 1700 spesies tanaman lainnya (Walker 1976). Meloidogyne spp. merupakan salah satu patogen sbawah tanah yang menjadi kendala dalam pengembangan sayuran tingkat tinggi di daerah tropis dan inang utamanaya adalah wortel, mentimun, labu, kentang, kubis, terong, bayam dan tomat (Singh, 1978; Sherf dan Macnab, 1986). Akibat kemampuannya dalam mneginfeksi relatif lebih besar dan kisaran tanaman inang yang luas maka Meloidogyne spp. merupakan genus penting dari nematoda parasit tanaman. Tanaman yang terserang menjadi kurus, kerdil, hasil rendah dan kualitas berkurang (Kranz et al., 1978).

Menurut Agrios (1996), bahwa nematoda puru akar dapat menyebar dengan perantara partikel tanah, alat pertanian, air irigasi, banjir atau drainase, kaki hewan dan badai debu yang menyebarkan nematoda secara lokal, sedangkan untuk yang jarak jauh melalui produk pertanian dan bibit tanaman.

Umumnya perkembangan nematoda parasit tanaman terdiri dari tiga fase yaitu larva I sampai larva IV dan nematode dewasa (Mehrotra, 1980). Semua spesies nematoda puru akar memiliki siklus hidup yang sama (Sherf dan Macnab, 1986). Lama siklus hidup nematoda puru akar sekitar 18 – 21 hari atau 3 – 4 minggu dan akan menjadi lama pada suhu yang dingin (Agrios, 1996).

Nematoda puru akar memiliki banyak jenis spesies, jenis spesies ini dapat menentukan jenis inang pada umumnya. Identifikasi nematoda dapat dilakukan dengan berbagai teknik identifikasi, salah satunya adalah dengan pengamatan sidik pantat (posterior ). Identifikasi ini mendasarkan identifasi melalui morfologi sidik tersebut, dimana pada setiap spesies memiliki karakter sidik posterior yang berbeda.Berdasarkan morfologi sidik posterior tersebut meloidogyne terbagi dalam beberapa spesies, diantaranya adalah meloidogyne  javanica, meloidogyne incognita, meloidogyne arenaria, dan meloidogyne hapla.  Pada pengamatan praktikum ini, kami akan mencari dan mengidentifikasi jenis nematoda puru akar (Meloidogyne spp ) dari akar gulma yang terserang nematoda tersebut.

Tujuan

Untuk dapat identifikasi nematoda berdasarkan sidik pantat nematoda Meloidogyne spp dan mengasah kemampuan dalam mengidentifikasi spesies nematoda Meloidogyne spp.

BAHAN DAN METODE

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini yaitu Akar yang terserang nematoda,  jarum pengait nematoda, mikroskop cahaya, mikroskop stereo, kaca  penutup beserta gelas objek, pipet tetes, air, lampu, dan suspensi puru akar yang sudah diwarnai  .

Metode Praktikum

Buat preparat semi permanen dengan cara  akar yang tadinya bulat dibelah

secara hati-hati dengan menggunakan jarum agar nematoda tidak pecah.

Kemudian apabila nematoda telah tampak, dengan hati-hati dipisahkan dari akar dan dipancing dengan menggunakan jarum. Setelah didapatkan, nematoda dipindahkan ke gelas preparat yang kering. Nematoda Kembali diamati dibawah mikroskop stereo dengan hati-hati, dipotong bagian kepala nematoda dengan tutup gelas preparat lalu dipencet-pencet sehigga seluruh isi tubuh nematoda terkeluarkan dari dalam tubuhnya. Setelah nematoda kempis, bagian posterior ( pantat ) nematoda dipotong dengan menggunakan tutup gelas preparat namun sebelumnya bersihkan terlebih dahulu menggunakan asam laktat.

Setelah itu, potongan bagian posterior tubuh nematoda tersebut dipindahkan ke atas gelas preparat baru yang telah diberi air. Harus dipastikan bagian tubuh nematoda tersebut dalam keadaan telungkup. Kemudian gelas preparat tersebut ditutup dengan gelas penutup dan diamati dengan menggunakan mikroskop medan terang. Dimulai dari perbesaran berkekuatan lemah, setelah objek terfokus, diamati dengan menggunakan perbesaran 40×10 kali. Selanjutnya diidentifikasi spesies nematoda dengan mengamati struktur morfologi atau sidik pantat nematoda tersebut. Lalu hasil pengamatan digambar atau diphoto dengan kamera.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan

GAMBAR LITERATUR
  1. 1.

    Meloidogyne Incognita

Perbesaran 40 x 10

www.plpnemweb.ucdavis.edu

  1. 2.

    Meloidogyne Arenaria

Perbesaran 40 x 10

www.plpnemweb.ucdavis.edu

  1. 3. Meloidogyne Javanica

Perbesaran 40 x 10

www.plpnemweb.ucdavis.edu

Pembahasan

Meloidogyne incognita yang merupakan nematoda, jenis Roundworm, di Keluarga Heteroderidae. Nematoda ini merupakan parasit utama tanaman. Ia diklasifikasikan di parasitologi sebagai nematoda puru akar, dalam kata lain, ia lebih memilih untuk menyerang akar tanaman dengan inang. Ketika ia menyerang akar tanaman, ia membuat sebuah lokasi hidup di daerah pembelahan normal sel akar dan membentuk sel raksasa. Akar menjadi rusak dan membengkak, membentuk puru, maka ia disebut nematoda “puru akar”. Umumnya mereka disebut nematoda puru akar atau Parasit ini secara cepat distribusi ke seluruh dunia dan memiliki banyak inang.

Morfologi sidik posterior Meloidogyne incognita memiliki karakter yang hampir sama dengan Meloidogyne javanica. Perbedaannya terletak pada garis horizontal di atas lubang posterior. Meloidogyne incognita tidak memiliki garis tersebut, sehingga garis-garis yang melingkar di bidang posterior tidak tampak seperti terputus. Sidik tersebut membentuk bidang yang sedikit melengkung di bagian lateral.

Meloidogyne arenaria dianggap sebagai salah satu dari “besar” spesies Meloidogyne karena kepentingan ekonomi di seluruh dunia. Hal ini biasa ditemui di wilayah hangat dan jarang ditemukan di wilayah di mana rata-rata bulanan suhu beku pendekatan. Ini adalah yang paling morfologi dan sitologi variabel dari spesies Meloidogyne. Dua ras tuan rumah telah dibedakan, yang mereproduksi pada kacang tanah (ras 1), dan ras 2 yang tidak bisa. Meloidogyne arenaria adalah partenogenesis spesies mitotically dengan nomor kromosom yang berkisar 30-50.

Morfologi sidik posterior Meloidogyne arenaria diidentifikasi oleh tanda-tanda cuticular di daerah perineum dari wanita dewasa. Lengkungan atas rendah ini bulat dan ditandai dengan forking dan sworls dari striae dekat lapangan lateral.

Meloidogyne arenaria mempunyai ciri utama pertemuan lengkung dorsal dan ventral membentuk seperti bahu dengan tonjolan kutikula dan becabang seperti garpu

Meloidogyne javanica adalah jenis Meloidogyne utama yang ke dua. Meloidogyne ini didistribusikan ke seluruh dunia dan yang terparah terjadi di dearah yang panas, kering. Seperti Mediogyne incognita dan Mediogyne Arenaria, Meloidogyne javanica tidak dapat bertahan hidup di iklim dingin. Memiliki berbagai varian inang. Ini merupakan spesies dengan jumlah kromosom 43-48. Dalam analisis RFLP dan isozyme,M. javanica paling sering berkelompok dengan Mediogyne Arenaria.

Perineal pola betina Mediogyne javanica yang umumnya dibedakan dengan pola lateral baris menyeragam di ekor. Laki-laki adalah kepala diagnostik dalam tinggi, tutup kepala bulat dibentuk oleh labial disk dan di tengah-tengah bibir. Tahap kedua remaja panjang berkisar dari 400-560um. Sidik posteriorMeloidogyne javanica memiliki ciri terdapatnya garis lateral di atas yang seakan-akan memutus gais-garis yang melingkari bidang posterior dari nematoda tersebut. Garis-garis yang seakan terputus tersebut membentuk percabangan. Percabangan ini memberikan kesan meluasnya bidang posterior dari Meloidogyne javanica.

Meloidogyne hapla telah disebut sebagai Root-Knot Utara Nematoda karena biasanya terjadi di lingkungan yang dingin. Hal ini juga ditemukan di daerah tropis dan subtropis di ketinggian, Meloidogyne Hapla memiliki host luas jangkauan yang tidak graminaceous termasuk spesies dan galls yang disebabkan oleh nematoda ini biasanya lebih kecil dari yang dihasilkan oleh Meloidogyne arenaria, Meloidogyne incognita, dan Meloidogyne javanica, dan sering memiliki akar tumbuh baik dari mereka.

Morfologi sidik posterior Meloidogyne hapla mempunyai ciri khusus terdapat tonjolan – tonjolan seperti duri pada zona ujung ekor.

KESIMPULAN

Dengan mengamati sidik pantat Meloidogyne spp kita dapat mengetahui apa spesies dari nematode tersebut. Dari genus Meloidogyne spp  terdapat empat spesies, diantaranya Meloidogyne incognita, Meloidogyne arenaria, Meloidogyne javanica, dan Meloidogyne hapla. Dari beberapa jenis nematode itu mempunyai sidik pantat yang berbeda – beda.

Sidik pantat dibagi dalam dua bagian, yaitu bagian dorsal dan bagian lateral. Pada sidik pantat bagian dorsal diantaranya garis lateral, lengkung dorsal, plasmid, sedangkan bagian ventral terdapat lubang vulva, lubang anus, dan striae.

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Agrios. G.N.1997. Plant Pathology. 4th ed. Academic Press, Toronto.

Dropkin V. H. 1998. Pengantar Nematologi Tumbuhan. Supratoyo, penerjemah.

terjemahan dari : Introduction to Plant Nematology. Yogyakarta : Gadjah

Mada University Press.

Luc M. , Sikora R. A. , dan Bridge J. 1995. Nematoda Parasitik Tumbuhan di Pertanian Subtropik dan Tropik. Supratoyo, penerjemah. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Terjemahan  Dari : Plant Parasitic Nematodos in Subtropical and Tropical Agriculture.

Anaf. 2009. Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp). Anafblog (terhubung berkala) www.anafblogspot.com (23 November 2010)

[Anonim]. 2009. Meloidogyne arenaria (terhubung berkala) http://nematode.unl.edu/wormaren.htm

[Anonim]. 2009. Meloidogyne hapla (terhubung berkala) http://nematode.unl.edu/wormaren.htm

Howard, Feris. 2010. Meloidogyne (terhubung berkala) www.plpnemweb.ucdavis.edu (24 November 2010)

Howard, Feris. 2010. Meloidogyne arenaria (terhubung berkala) www.plpnemweb.ucdavis.edu (24 November 2010)

Howard, Feris. 2010. Meloidogyne incognita (terhubung berkala) www.plpnemweb.ucdavis.edu (24 November 2010)

Howard, Feris. 2010. Meloidogyne javanica (terhubung berkala) www.plpnemweb.ucdavis.edu (24 November 2010)

GAMBAR

Howard, Feris. 2010. Meloidogyne hapla (terhubung berkala) www.plpnemweb.ucdavis.edu (24 November 2010)

Howard, Feris. 2010. Meloidogyne arenaria (terhubung berkala) www.plpnemweb.ucdavis.edu (24 November 2010)

Howard, Feris. 2010. Meloidogyne incognita (terhubung berkala) www.plpnemweb.ucdavis.edu (24 November 2010)

Howard, Feris. 2010. Meloidogyne javanica (terhubung berkala) www.plpnemweb.ucdavis.edu (24 November 2010)